Troble On The Road
Ini di Jl. Jogja-Wates KM 22 , Masih diujung Jogja yang mau
masuk kota Wates pukul dini hari kami disana .Setelah bersiap-siap dengan semua
barang-barang untuk perjalanan yang menyenangkan yang berubah menjadi, Aduh
siah vespana mogok dijalan. Ini serius aku tidak sedang bergurau si Fitri yang
tiba-tiba berhenti pareum, tentu membuat
aku bingung dan mang olay juga ikutan dibingungkan dengan harus berbuat apa,
saat itu hari sudah sangat malam dibatas Kota. Tapi , itu. Mang olay seorang
mahasiswa Menejemen Dakwah di UIN SU-KA yang bercita – cita ingin menjadi ustzh
sempat senyum-senyum sendiri. Aku bilang , mungkin dia kepanasan, mang. Sebelum
tertidur dijalanan yang malam karena capek dan takut dimarahin kalo tidur di
rumah orang. Yaitu tepatnya setelah kami melihat sebagian nilai UAS pada hp
masing-masing yang sempat membuat kami tertawa – tawa . aku bilang, Si Fitri
itu Vespa mang Makmun yang kedua yang dibeli dari seorang teman kakaku, aku
lupa namanya. Aku berniat untuk mengajaknya pulang ke Subang untuk
berilaturahim dan tidur sementara di
rumah kami masing-masing. Aku melihat langit yang ada banyak bintang, Mang,
Olay juga masih asik dengan gajetnya yang ia beli dari mang Makmun, sebelum aku
menghubunghi Presiden JAVRA yang aku pikir mungkin bisa sangat membantu kami.
Habis itu kami hanya menunggu keajaiban yang datang. Di sekolah kami akan
mendapat pelajaran dulu sebelum nanti mendapat ujian, Aku bialng ini, ini di
kehidupan. Kamu akan mendapat ujian, sebelum akhirnya mendapat pelajar, yaitu
guruku yang bilang seperti itu. Iya ini adalah jawaban atas pertanyaanku
kepadaku tentang sabar. Aku membaca BBM dari mang Hexta yang aku baca “OTW”.
Itu membuat kami tersenyum dan melanjutkan bingung sambil kami melihat lagi
langit yang tidak perlu mengadah keatas untuk
melihatnya karena kami tiduran. Masih menungggu keajabiban itu datang. Aku
bilang bilang itu mang Hexta yang akhirnya datang dengan Vespa rembolnya,
menurutku itu kuat . mungkin ini yang kumaksud dengan keajaiban. Kami sempat
berbincang lagi merokok, mang Hexta juga masih melihat-lihat Si Fitri yang
trouble sebelum akhirnya mang olay naik bersama Vespa rembolnya sambil mang
Hexta menyetep Fitri yang aku tunggangi dalam perjalanan kembali ke Jogja untuk
istirahat karena merasa sangat. Aduh siah , Sampai di kamar Dede Nzid
mengetertawakan kami saat ia bangun dari tidur setelah tau kami balik lagi. Aku dan mang Olay hanya
tersenyum lalu tidur setelah sholat Subuh. Itu perjalan yang sangat tidak
menyenangkan menurutku karena capek dan sangat mengantuk. Orang jawa itu bilang
“ Piye perasaanmu jan , nek arep mudik Vespane mogok ng dalan. Dadi ra sido
mudik ? “
Yogyakarta, 23 Mei 2014


0 comments: