Troble On The Road

February 24, 2015 Thoba Husain 0 Comments

Ini di Jl. Jogja-Wates KM 22 , Masih diujung Jogja yang mau masuk kota Wates pukul dini hari kami disana .Setelah bersiap-siap dengan semua barang-barang untuk perjalanan yang menyenangkan yang berubah menjadi, Aduh siah vespana mogok dijalan. Ini serius aku tidak sedang bergurau si Fitri yang tiba-tiba berhenti pareum, tentu  membuat aku bingung dan mang olay juga ikutan dibingungkan dengan harus berbuat apa, saat itu hari sudah sangat malam dibatas Kota. Tapi , itu. Mang olay seorang mahasiswa Menejemen Dakwah di UIN SU-KA yang bercita – cita ingin menjadi ustzh sempat senyum-senyum sendiri. Aku bilang , mungkin dia kepanasan, mang. Sebelum tertidur dijalanan yang malam karena capek dan takut dimarahin kalo tidur di rumah orang. Yaitu tepatnya setelah kami melihat sebagian nilai UAS pada hp masing-masing yang sempat membuat kami tertawa – tawa . aku bilang, Si Fitri itu Vespa mang Makmun yang kedua yang dibeli dari seorang teman kakaku, aku lupa namanya. Aku berniat untuk mengajaknya pulang ke Subang untuk berilaturahim dan tidur sementara  di rumah kami masing-masing. Aku melihat langit yang ada banyak bintang, Mang, Olay juga masih asik dengan gajetnya yang ia beli dari mang Makmun, sebelum aku menghubunghi Presiden JAVRA yang aku pikir mungkin bisa sangat membantu kami. Habis itu kami hanya menunggu keajaiban yang datang. Di sekolah kami akan mendapat pelajaran dulu sebelum nanti mendapat ujian, Aku bialng ini, ini di kehidupan. Kamu akan mendapat ujian, sebelum akhirnya mendapat pelajar, yaitu guruku yang bilang seperti itu. Iya ini adalah jawaban atas pertanyaanku kepadaku tentang sabar. Aku membaca BBM dari mang Hexta yang aku baca “OTW”. Itu membuat kami tersenyum dan melanjutkan bingung sambil kami melihat lagi langit yang tidak perlu mengadah keatas  untuk melihatnya karena kami tiduran. Masih menungggu keajabiban itu datang. Aku bilang bilang itu mang Hexta yang akhirnya datang dengan Vespa rembolnya, menurutku itu kuat . mungkin ini yang kumaksud dengan keajaiban. Kami sempat berbincang lagi merokok, mang Hexta juga masih melihat-lihat Si Fitri yang trouble sebelum akhirnya mang olay naik bersama Vespa rembolnya sambil mang Hexta menyetep Fitri yang aku tunggangi dalam perjalanan kembali ke Jogja untuk istirahat karena merasa sangat. Aduh siah , Sampai di kamar Dede Nzid mengetertawakan kami saat ia bangun dari tidur setelah tau  kami balik lagi. Aku dan mang Olay hanya tersenyum lalu tidur setelah sholat Subuh. Itu perjalan yang sangat tidak menyenangkan menurutku karena capek dan sangat mengantuk. Orang jawa itu bilang “ Piye perasaanmu jan , nek arep mudik Vespane mogok ng dalan. Dadi ra sido mudik ? “ 

Yogyakarta, 23 Mei 2014

0 comments:

Dewan Periklanan Masyarakat

Total Pageviews